Seperti kita ketahui, google sangat tidak menyukai paid review. Baik itu bloger yang mereview maupun advertiser dan broker penyedia review. Mungkin wajar alasan google tidak suka dengan paid review, walaupun sebenarnya pada awal berjayanya, google juga menerapkan sistem merketing buzz seperti ini. Namun apalah daya kita, toh memang kita membutuhkan dia untuk bisa dikenal di dunia luas. Dan penghasilan di internet juga tidak hanya di pay per post saja, tapi masih banyak lagi lainnya. Jika anda memang lebih suka dengan mereviews, hati-hatilah dengan Tabokan Google seperti yang terjadi pada blog saya.
Sebenarnya kalau kita rajin dan tidak terlalu bernafsu, kita bisa menghindari tabokan google. Mesin google sudah sangat canggih, sehingga mampu membedakan artikel untuk review atau bukan. Jadi kita harus pandai merangkai kata dan komposisi link supaya terlihat seperti posting biasa, bukan posting reviews. Jika anda jeli, ada juga broker reviews yang memperbolehkan memposting dalam bahasa Indonesia. Salah satunya adalah ReviewMe yang pernah membayar saya untuk mereviews produk dalam bahasa Indonesia. Memang ada beberapa advertisernya yang tidak mau di reviews dengan bahasa kita, tapi ada juga advertiser yang lebih suka di reviews dengan bahasa Ibu dari bloger yang bersangkutan.
So, jika anda mempunyai blog dengan traffic tinggi dan Pagerank yang tinggi pula, apa salahnya mencoba bisnis reviews. Pilih kategori reviews yang sesuai dengan tema blog Anda, Hindari Duplicate Content dan raih dolar dengan artikel Anda. Review dengan benar maka Tabokan Google tidak akan melanda blog Anda.
Popularity: 55% [?]
















Sep 2, 2008 at Sep 2, 2008
google emang kejam, ga segan2 njatuhin pagerank kita kalo ketauan ikutan paidreview, ga inget masa lalu nya tu google hehehe…